Guru Ngaji Berdayakan Diri Lewat Ternak Ayam Kampung Arab
Nmcgv.org >> Islam Nusantara>> Guru Ngaji Berdayakan Diri Lewat Ternak Ayam Kampung Arab
Guru Ngaji Berdayakan Diri Lewat Ternak Ayam Kampung Arab
Di Kampung Pondok, Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Muhammad Yahya, seorang guru ngaji berusia 50 tahun, menemukan harapan baru melalui usaha ternak ayam kampung Arab. Usaha ini muncul sebagai bagian dari program pemberdayaan yang digagas oleh Dompet Dhuafa.
Yahya memulai usahanya dengan menerima bantuan sebanyak 250 ekor ayam kampung Arab. Namun, tidak semua ayam berhasil bertahan hidup. Beberapa dari mereka tidak mampu beradaptasi dengan cuaca dan lingkungan kandang yang baru. Meskipun demikian, kandang yang dikelolanya tetap produktif dengan menghasilkan sekitar 150 butir telur setiap harinya.
Proses Pemasaran dan Distribusi Telur
Telur yang dihasilkan memiliki daya simpan hingga 30 hari, memberikan Yahya waktu yang cukup untuk mendistribusikannya. Ia secara berkala mengirim hasil ternaknya ke kawasan Zona Madina, sebuah area pemberdayaan masyarakat yang berbasis wakaf di Parung, Bogor. Di sinilah telur-telur tersebut kemudian dipasarkan kembali kepada agen dan toko-toko dalam jaringan distribusi yang telah terjalin.
Sistem distribusi yang diterapkan cukup sederhana. Setiap bulan, jumlah telur yang dikirim oleh Yahya akan dihitung. Setelah dikurangi biaya operasional seperti pakan, vitamin, dan vaksin, Yahya mendapatkan penghasilan bersih yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dampak Ekonomi bagi Keluarga Yahya
Saat ini, penghasilan bersih yang diraih oleh Yahya berkisar antara Rp1,2 juta hingga Rp2 juta per bulan. Meskipun perubahan ekonomi yang dirasakannya belum signifikan, keberadaan penghasilan tetap memberikan secercah harapan baru yang sebelumnya tidak ia miliki.
“Sekarang sudah ada harapan dengan adanya kita bergabung di ekosistem Zona Madina ini. Harapannya sudah terang,” ungkap Yahya saat memberi makan ayam-ayam peliharaannya.
Relevansi Program Pemberdayaan bagi Masyarakat
Usaha yang dilakukan oleh Yahya menunjukkan bagaimana program pemberdayaan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai guru ngaji yang sering kali menghadapi tantangan ekonomi. Dengan adanya program seperti ini, banyak guru ngaji dan masyarakat sekitar yang dapat teredukasi dan diberdayakan secara ekonomi, sehingga meningkatkan kualitas hidup mereka.
Inisiatif ini juga menjadi contoh nyata bagaimana pengembangan usaha mikro dapat membantu mengurangi angka kemiskinan di daerah pedesaan. Dukungan dari lembaga seperti Dompet Dhuafa menjadi kunci dalam mendorong keberhasilan usaha kecil ini.
Kesimpulan
Ternak ayam kampung Arab yang dikelola oleh Muhammad Yahya bukan hanya sekadar usaha untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga sebagai simbol harapan bagi banyak guru ngaji dan masyarakat di sekitarnya. Program pemberdayaan yang digagas oleh Dompet Dhuafa telah membuka jalan bagi mereka untuk memiliki sumber penghasilan yang lebih pasti, sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan ekonomi mereka.
Related Post
- March 19, 2026
- by Bonnie Burns
- 0
- 1:40 pm
Sidang Isbat 2023: Menentukan Idul Fitri di Indonesia
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Saat senja tiba di ufuk barat, umat Islam di Indonesia kembali dihadapkan…
- March 19, 2026
- by Bonnie Burns
- 0
- 1:44 pm