Harga Minyak Dunia Naik Drastis, Dampaknya di Indonesia?
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memicu gejolak harga minyak mentah global. Pada Jumat, 6 Maret 2026, harga resmi minyak mentah Oman menembus angka 100 dolar AS per barel, mencapai 100,31 dolar AS untuk pengiriman bulan Mei, menurut laporan Qatar News Agency (QNA).
Harga minyak mentah Oman mengalami lonjakan sebesar 5,84 dolar AS dibandingkan dengan hari sebelumnya yang berada di angka 94,47 dolar AS per barel. Rata-rata harga minyak mentah Oman untuk pengiriman Maret tercatat di level 62,17 dolar AS per barel, atau hanya sedikit meningkat dibandingkan bulan Februari.
Kenaikan Harga Minyak Global
Jorge Leon, Senior Vice President dan Kepala Analisis Geopolitik di Rystad Energy, menjelaskan bahwa penutupan Selat Hormuz dan eskalasi konflik di Iran dapat berimbas langsung pada harga minyak global. Ia memperkirakan, harga minyak mentah Brent akan melonjak sekitar 20 dolar AS per barel di awal perdagangan, seiring meningkatnya premi risiko di pasar.
“Iran telah merespons serangan dengan skala yang jauh lebih agresif, termasuk menargetkan pangkalan militer AS dan sekutunya di kawasan. Ini menunjukkan bahwa konflik ini bukan lagi sekadar simbolik, melainkan telah berkembang secara struktural,” jelas Leon.
Dampak Terhadap Pasar Minyak
Salah satu dampak paling signifikan dari ketegangan ini adalah terhentinya lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz. Jalur ini merupakan titik krusial, di mana sekitar 15 juta barel per hari (bph) minyak mentah, atau hampir 30 persen dari perdagangan minyak laut global, melintasi. Jika gangguan ini berlanjut, pasokan minyak global hingga 10 juta barel per hari berpotensi hilang dari pasar.
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memiliki jalur alternatif, namun kapasitasnya belum dapat sepenuhnya menggantikan volume yang biasanya melewati Selat Hormuz. “Apakah selat itu ditutup secara fisik atau dihindari karena risiko tinggi, dampaknya terhadap arus minyak akan tetap sama,” tambah Leon.
Reaksi Pasar dan Ekonomi Global
Harga minyak dunia juga mencatatkan lonjakan lainnya dengan kontrak berjangka minyak mentah Brent yang mengalami kenaikan 8,38 persen menjadi 92,57 dolar AS per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 11 persen menjadi 90,02 dolar AS per barel. Lonjakan ini terjadi setelah pernyataan Presiden AS yang menegaskan tidak akan ada kesepakatan dengan Iran tanpa penyerahan tanpa syarat.
Ketegangan yang berkembang antara AS dan Iran telah mengganggu produksi minyak dan gas, serta menghentikan pengiriman di Selat Hormuz. Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi, memperingatkan eksportir di kawasan Teluk bahwa mereka mungkin harus menangguhkan produksi. Ia menyatakan bahwa pemulihan pengiriman setelah serangan drone Iran bisa memakan waktu “minggu hingga bulan”. Ia juga menyatakan potensi perang di Timur Tengah dapat berisiko “menjatuhkan perekonomian dunia”.
Dampak Bagi Indonesia
Kenaikan harga minyak mentah global ini tentu akan berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Dalam konteks ekonomi yang sudah tertekan akibat berbagai faktor, lonjakan harga minyak ini bisa semakin memperburuk situasi. Pemerintah Indonesia perlu memantau situasi ini secara seksama dan mempertimbangkan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Harga minyak sempat mengalami penurunan di awal sesi perdagangan sebelum melonjak kembali. Penurunan itu terjadi setelah laporan bahwa pemerintahan Trump mempertimbangkan kemungkinan intervensi untuk mengatasi lonjakan harga. Hal ini menunjukkan bahwa situasi di pasar energi global sangat dinamis dan memerlukan perhatian serius.
Kesimpulan
Dalam kondisi ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran, harga minyak dunia menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Dampak dari situasi ini tidak hanya terasa di pasar global, tetapi juga di Indonesia, yang berpotensi menghadapi kenaikan harga BBM. Oleh karena itu, pemantauan dan tindakan proaktif dari pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam menghadapi gejolak ini.
Related Post
- March 17, 2026
- by Bonnie Burns
- 0
- 7:32 pm
PLN Rayakan Hari Perempuan Internasional dengan Lingkungan Kerja Inklusif
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, PT PLN (Persero) mengambil langkah konkret…
- March 12, 2026
- by Bonnie Burns
- 0
- 9:10 pm