Gambar kebijakan hemat energi Thailand dengan pegawai kerja dari rumah

Thailand Perintahkan Pegawai Negeri Hemat Energi dan Kerja dari Rumah

Bangkok: Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengeluarkan perintah kepada pegawai negeri untuk melakukan penghematan energi di tengah krisis energi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Langkah ini meliputi penghentian perjalanan dinas ke luar negeri dan penggunaan tangga alih-alih lift.

Juru bicara pemerintah, Lalida Periswiwatana, menginformasikan kepada wartawan pada hari Selasa (10 Maret) bahwa, “Mulai hari ini, pegawai negeri akan bekerja dari rumah,” dengan pengecualian bagi pejabat yang harus memberikan pelayanan publik.

Ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara ini memiliki cadangan energi yang tersisa sekitar 95 hari. Menurut Menteri Energi, Auttapol Rerkpiboon, Thailand tengah mencari sumber tambahan gas alam cair dari Amerika Serikat, Australia, dan Afrika Selatan.

Namun, pemerintah berupaya keras untuk mengurangi permintaan energi. Lalida menambahkan bahwa langkah-langkah lain yang diambil termasuk pengaturan suhu pendingin ruangan antara 26 hingga 27 derajat Celsius dan mendorong pegawai untuk mengenakan baju lengan pendek alih-alih pakaian formal seperti jas dan dasi.

Ketergantungan Energi Thailand

Hampir 68 persen kebutuhan energi Thailand dipenuhi dari gas alam. Lebih dari setengah gas alam cair yang digunakan bersumber dari produksi domestik di Teluk Thailand, sementara 35 persen berasal dari impor, termasuk 13 persen dari Myanmar, menurut Komisi Regulasi Energi negara tersebut.

Awal bulan ini, Thailand juga telah menghentikan ekspor energi ke semua negara kecuali Laos dan Myanmar. Ini menunjukkan betapa seriusnya situasi energi di negara tersebut.

Langkah-Langkah Penghematan Energi

Pemerintah telah menginstruksikan para pejabat untuk mengurangi penggunaan listrik di gedung perkantoran dengan mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak digunakan, menurut Lalida. Pemerintah juga akan meminta masyarakat untuk bekerja sama dan mendorong langkah-langkah penghematan energi, seperti melakukan carpooling.

“Jika situasi semakin memburuk, pemerintah mungkin akan mempertimbangkan langkah-langkah wajib, termasuk meredupkan tanda iklan di toko, bioskop, dan bisnis, serta menutup pom bensin pada pukul 10 malam,” tambah pemerintah dalam pernyataannya.

Dampak bagi Indonesia

Langkah-langkah yang diambil oleh Thailand ini dapat menjadi perhatian bagi Indonesia, terutama mengingat ketergantungan kedua negara pada pasokan energi. Krisis energi di Thailand dapat mempengaruhi harga dan pasokan energi di Indonesia, mengingat hubungan perdagangan yang erat antara kedua negara di kawasan ini. Masyarakat dan pemerintah Indonesia perlu mewaspadai dampak global yang terjadi dari ketidakpastian pasokan energi.

Kesimpulan

Dengan perintah ini, Thailand berusaha untuk menanggulangi krisis energi yang semakin mendesak. Penghematan energi melalui kebijakan kerja dari rumah dan penggunaan tangga, meski terdengar sederhana, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi tantangan energi saat ini. Masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi dalam upaya penghematan ini demi keberlanjutan dan kemandirian energi di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post