Antrean pembeli di stasiun Cnergy, harga BBM naik

Harga BBM Cnergy Naik, Namun Antrean Pembeli Tetap Panjang

SINGAPURA: Meskipun harga bahan bakar mengalami kenaikan, stasiun pengisian Cnergy di seluruh Singapura tetap ramai dikunjungi oleh pelanggan setia maupun pembeli baru pada Rabu (18 Maret).

Pada akhir pekan lalu, antrean panjang terlihat di stasiun Cnergy yang terletak di Dunman Road. Untuk pelanggan anggota, harga bahan bakar 95-oktan dan 98-oktan masing-masing ditetapkan sebesar S$2,35 (sekitar US$1,83) per liter dan S$2,65 per liter.

Perusahaan telah menaikkan harga tersebut sebesar 5 sen per liter mulai Rabu, dengan papan pengumuman di sekitar stasiun Cnergy di Old Toh Tuck Road yang memberitahukan pelanggan tentang kenaikan ini. Sementara itu, harga bahan bakar diesel tetap di angka S$2,70 per liter.

Jika dibandingkan, pengemudi kemungkinan membayar antara S$2,70 hingga S$2,75 per liter untuk bahan bakar 95-oktan di stasiun Caltex, Esso, Shell, Sinopec, dan SPC setelah mempertimbangkan diskon kartu kredit dan program loyalitas yang relevan, menurut pelacak harga Motorist SG.

Sebelum diskon, Caltex, Esso, Shell, dan Sinopec membanderol harga bahan bakar 95-oktan sebesar S$3,47 per liter, sementara SPC mematok harga S$3,46 per liter.

Dampak Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga bahan bakar ini tentu akan memengaruhi banyak pengemudi di Singapura, yang juga bisa memberikan dampak bagi masyarakat Indonesia. Masyarakat yang sering bepergian atau melakukan bisnis di Singapura perlu mengantisipasi biaya transportasi yang lebih tinggi. Selain itu, kenaikan harga BBM di Singapura dapat memicu reaksi serupa di Indonesia, mengingat kedekatan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.

Kesimpulan

Walaupun harga BBM Cnergy mengalami kenaikan, hal ini tidak menyurutkan minat pelanggan untuk mengisi bahan bakar di stasiun mereka. Antrean yang panjang menunjukkan bahwa kualitas layanan dan kepercayaan pelanggan terhadap merek ini tetap tinggi. Namun, dampak dari kenaikan harga ini perlu diperhatikan oleh pengemudi, baik di Singapura maupun Indonesia, mengingat kemungkinan terjadinya penyesuaian harga di pasar lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post