Ryan Thomas berlatih bersama Timnas Selandia Baru menjelang Piala Dunia

Ryan Thomas Berjuang Kembali ke Timnas Selandia Baru Menuju Piala Dunia

Pada 26 Maret, gelandang Selandia Baru, Ryan Thomas, sempat meragukan masa depannya di dunia sepak bola internasional. Setelah mengalami serangkaian cedera lutut yang parah dan beberapa kali mencoba comeback, kini ia merasa optimis bahwa tubuhnya akan cukup kuat untuk membawanya ke pentas Piala Dunia.

Kapten PEC Zwolle ini mendapatkan kembali tempatnya di skuad All Whites pada bulan Agustus lalu, hampir enam tahun setelah penampilan terakhirnya dalam pertandingan persahabatan melawan Irlandia. Kembalinya Thomas ke tim nasional menunjukkan keyakinan besar dari pelatih Darren Bazeley terhadap pemain yang sebelumnya dianggap tidak akan kembali karena cedera berkepanjangan.

Perjuangan Kembali ke Timnas

Thomas mengungkapkan bahwa kesabaran Bazeley sangat membantunya melewati masa-masa sulit ketika ia harus absen akibat cedera. “Ada waktu di mana saya merasa karir internasional saya sudah berakhir,” ujarnya dalam pernyataan kepada Reuters. “Saya selalu bersyukur atas panggilan yang saya terima dari Baze. Ia ingin memberi tahu saya bahwa pintu untuk tim nasional selalu terbuka.”

Kini, Thomas telah kembali ke tanah kelahirannya untuk mengikuti pertandingan persahabatan melawan Finlandia dan Chili, yang menjadi pemanasan terakhir sebelum Piala Dunia yang akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli mendatang di Amerika Utara. Ini akan menjadi penampilan pertama Selandia Baru di final Piala Dunia sejak 2010.

Kesulitan di Jalan Kembali

Namun, jalan Thomas untuk kembali ke All Whites tidak sepenuhnya mulus. Ia terpaksa absen dari pertandingan persahabatan melawan Ekuador dan Kolombia pada jendela internasional terakhir di bulan November akibat masalah cedera.

Media Belanda melaporkan bahwa pelatih Zwolle, Henry van der Vegt, tidak senang dengan risiko cedera yang diambil Thomas saat memperkuat tim nasional. Namun, Thomas menyatakan bahwa ia merasa telah disalah kutip dalam hal tersebut. “Menjaga keseimbangan antara bermain untuk klub dan negara memang sulit, tetapi saya tidak akan dengan mudah melewatkan pertandingan Selandia Baru,” jelasnya.

Komitmen untuk Tim Nasional

Thomas menekankan bahwa bermain untuk tim nasional adalah sebuah kehormatan. “Selalu ada naik dan turun, dan orang-orang pasti akan berbicara. Namun, setiap kali saya fit, saya akan selalu siap untuk membela tim nasional,” tegasnya.

Setelah sebelumnya jarang berlatih untuk menjaga kebugaran tubuhnya, kini Thomas mampu berlatih secara serius antara hari pertandingan, dan hasilnya mulai terlihat. Ini menjadi kabar baik bagi peluangnya untuk mendapatkan tempat di skuad Piala Dunia Bazeley. Namun, Thomas tetap bersikap rendah hati dan tidak mengambil semua ini begitu saja. “Ada banyak pemain hebat yang tampil baik untuk klub mereka. Jika ada pemain yang tidak tampil, Bazeley memiliki pilihan lain,” ungkapnya. “Kami tidak bisa hanya santai dan berpikir bahwa kami pasti akan pergi ke Piala Dunia.”

Kesimpulan

Perjuangan Ryan Thomas untuk kembali ke panggung sepak bola internasional adalah contoh nyata dari ketekunan dan dedikasi. Dengan harapan untuk tampil di Piala Dunia 2023, Thomas tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk negara yang sangat ia cintai. Kembalinya ia ke tim nasional bisa menjadi momen penting bagi sepak bola Selandia Baru dan memberikan inspirasi bagi banyak orang yang menghadapi tantangan serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post