Gubernur Sumut Percepat Pembangunan Hunian Pascabencana

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengambil langkah strategis untuk mempercepat pembangunan hunian tetap bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Program ini berfokus di lima kabupaten/kota di Sumatera Utara, yakni Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Langkat.

Bobby Nasution menekankan pentingnya validasi data spesifik penerima manfaat untuk memastikan bahwa pembangunan dapat dilakukan dengan cepat. “Validasi data ini penting untuk mempercepat realisasi pembangunan di lapangan,” ujarnya setelah rapat koordinasi pendataan secara daring di Medan, Rabu.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, telah menyerahkan 120 unit hunian tetap tahap pertama di Tapanuli Selatan. Dari total 227 unit yang direncanakan, 107 unit lainnya diharapkan selesai pada 20 April 2026.

Komitmen Gubernur untuk Pembenahan

Gubernur Bobby menyatakan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian pembangunan ini. Dia juga turun langsung ke daerah terdampak untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal. “Kami aktif berkoordinasi dengan Forkopimda, kepala daerah, serta memberikan instruksi langsung di lapangan, termasuk dukungan penambahan anggaran penanggulangan pascabencana,” tambahnya.

Langkah dari Pemerintah Pusat

Selain itu, Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menargetkan agar pembangunan hunian tetap ini selesai tahun ini. Tito, yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, meminta para gubernur untuk segera mendorong pemerintah kabupaten/kota agar menyampaikan data spesifik calon penerima hunian tetap.

Pembangunan ini dilakukan melalui tiga mekanisme, yaitu insitu (pembangunan kembali di lokasi asal), eksitu mandiri (relokasi ke lahan baru), dan eksitu komunal (relokasi bersama ke kawasan baru yang lebih aman). Secara keseluruhan, pemerintah telah menerima rencana pembangunan 39.016 unit hunian tetap di tiga provinsi, termasuk 7.321 unit di Sumatera Utara.

Pentingnya Data untuk Proses Pembangunan

Tito mengimbau agar kabupaten/kota segera mengajukan data yang diperlukan agar proses pembangunan dapat segera dilaksanakan. “Kami akan mengerjakan bagi yang mengajukan saja,” tegasnya.

Dampak dan Relevansi bagi Masyarakat

Percepatan pembangunan hunian tetap ini sangat penting bagi masyarakat yang terdampak bencana, mengingat mereka membutuhkan tempat tinggal yang layak dan aman. Proses pemulihan yang cepat tidak hanya akan membantu mereka kembali ke kehidupan normal, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam menangani bencana.

Dengan adanya komitmen dari pemerintah daerah dan pusat, diharapkan langkah-langkah yang diambil dapat mendukung proses rehabilitasi yang lebih efektif. Masyarakat diharapkan dapat menyampaikan kebutuhan dan masalah yang mereka hadapi untuk memperlancar proses pembangunan hunian tetap ini.

Kesimpulan: Pembangunan hunian tetap pascabencana di Sumatera Utara menjadi prioritas bagi pemerintah daerah dan pusat. Dengan dukungan dan kolaborasi yang baik, diharapkan proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post