Kapal Kargo Thailand Diserang di Selat Hormuz, 20 Awak Selamat
BANGKOK: Sebuah kapal kargo Thailand yang berlayar di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan internasional, mengalami serangan pada Rabu (11 Maret). Hingga saat ini, 20 anggota kru berhasil diselamatkan, menurut pernyataan Angkatan Laut Thailand.
Foto-foto yang dibagikan oleh Angkatan Laut Kerajaan Thailand menunjukkan asap tebal berwarna hitam menggulung dari lambung dan struktur atas kapal Mayuree Naree, dengan rakit penyelamat mengapung di permukaan air.
Detail Insiden Serangan
Dalam pernyataan resmi, Angkatan Laut Thailand menyebutkan, kapal tersebut diserang saat melintasi Selat Hormuz setelah meninggalkan Pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab. “Detail spesifik dan penyebab serangan saat ini sedang dalam penyelidikan,” tambah mereka.
Angkatan Laut Oman melaporkan telah menyelamatkan 20 pelaut, dan saat ini sedang berupaya untuk menyelamatkan tiga anggota kru yang tersisa. Menteri transportasi Thailand menyatakan bahwa para kru telah meninggalkan kapal menggunakan sekoci dan berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Oman. Diketahui bahwa telah terjadi ledakan di bagian buritan kapal yang menyebabkan kebakaran di ruang mesin, tempat tiga anggota kru tersebut bekerja.
Kepemilikan dan Kondisi Kapal
Kapal Mayuree Naree dimiliki oleh perusahaan transportasi Thailand, Precious Shipping. Perusahaan tersebut mengkonfirmasi bahwa mereka sedang bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menyelamatkan tiga anggota kru yang masih terjebak, sementara 20 pelaut yang telah diselamatkan kini berada di daratan Oman.
Menurut laporan, kapal tersebut terkena dua proyektil saat berlayar. Menariknya, Iran telah melancarkan serangan terhadap negara-negara tetangganya yang mengekspor minyak, yang berpotensi mengancam pelayaran di Selat Hormuz dan membuat ekonomi energi global tertekan.
Dampak terhadap Perdagangan dan Energi Global
Belum ada kepastian apakah insiden ini terkait dengan tiga kapal komersial yang sebelumnya dilaporkan terkena serangan di Teluk pada hari yang sama. Data dari situs pelacakan kapal menunjukkan bahwa Mayuree Naree berada tidak jauh dari pantai Oman dan bergerak lambat dengan kecepatan sedikit lebih dari satu knot. Kapal ini memiliki panjang 178 meter dan bobot 30.000 ton, serta sedang dalam perjalanan menuju Kandla, India.
Serangan ini mengingatkan kita akan ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut, yang dapat berdampak pada pasokan energi Indonesia yang bergantung pada impor dari negara-negara Timur Tengah. Indonesia, sebagai negara yang memiliki ketergantungan pada energi fosil, perlu memantau situasi ini dengan seksama agar tidak terdampak oleh fluktuasi harga energi global.
Kesimpulan
Insiden serangan terhadap kapal kargo Thailand di Selat Hormuz ini menjadi perhatian besar, tidak hanya bagi pihak yang terlibat tetapi juga bagi komunitas internasional. Dengan situasi yang masih berkembang, penting bagi Indonesia untuk tetap waspada terhadap dampak yang mungkin timbul, baik dari segi keamanan maritim maupun stabilitas ekonomi.
Related Post
- March 10, 2026
- by Bonnie Burns
- 0
- 4:00 pm
Thailand Perintahkan Pegawai Negeri Hemat Energi dan Kerja dari Rumah
Bangkok: Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengeluarkan perintah kepada pegawai negeri untuk melakukan penghematan energi…
- March 11, 2026
- by Bonnie Burns
- 0
- 4:26 pm