BKKBN Babel Galang Sinergi untuk Turunkan Kasus Tengkes
PANGKALPINANG – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengadakan pertemuan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka kasus stunting (tengkes) dan meningkatkan kualitas keluarga. Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Fazar Supriadi Sentosa, mengungkapkan hal ini dalam rapat yang dihelat di Pangkalpinang pada Selasa.
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (8/4) ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah serta memperkuat sinergi antar sektor dalam mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana. “Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mempercepat penurunan tengkes serta meningkatkan kualitas keluarga di Babel,” kata Fazar.
Koordinasi untuk Program Prioritas
Fazar menjelaskan bahwa koordinasi yang baik antar-lini diharapkan dapat mengawal program prioritas Presiden dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan keluarga, serta mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Babel. Agenda pertemuan ini juga mencakup arahan dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, penandatanganan nota kesepahaman, dan penyerahan bantuan Program Genting kepada keluarga berisiko tengkes.
Agenda Strategis untuk Keluarga
Isu-isu strategis seperti Program Makan Bergizi Gratis untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Selain itu, evaluasi pelaksanaan Program Bangga Kencana tahun 2025 dan penguatan komitmen mitra kerja dalam mendukung program prioritas juga dibahas. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 150 peserta yang berasal dari berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, forkopimda, organisasi perangkat daerah, Dinas Kesehatan, Bappeda, serta mitra strategis lainnya.
“Partisipasi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana. Komitmen ini bertujuan untuk menghadirkan program yang lebih terintegrasi, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mewujudkan keluarga berkualitas serta percepatan penurunan tengkes menuju Indonesia Emas 2045,” tambah Fazar.
Kesimpulan
Melalui sinergi yang kuat antar sektor, BKKBN Babel berupaya keras untuk mengatasi masalah stunting yang menjadi tantangan serius dalam pembangunan keluarga di Indonesia. Program-program yang dirancang tidak hanya bertujuan untuk menurunkan angka stunting, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga secara keseluruhan, yang akan memberikan dampak positif bagi generasi mendatang.
Related Post
- April 16, 2026
- by Bonnie Burns
- 0
- 12:44 am
Gubernur Sumut Percepat Pembangunan Hunian Pascabencana
REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengambil langkah strategis untuk mempercepat pembangunan hunian…
- March 23, 2026
- by Bonnie Burns
- 0
- 2:18 am