Indonesia Targetkan Jadi Hub AI ASEAN dengan Investasi Besar

Ambisi Indonesia untuk menjadi pusat kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara kini memasuki fase baru dengan rencana pembangunan di Batang, Jawa Tengah. Proyek ini, yang akan menjadi yang terbesar di kawasan, merupakan kolaborasi antara Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA, diberi nama Zankore by Indosat.

Menurut Meutya Hafid, pernyataan resmi dari pemerintah pada Jumat (7/8) menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan kepercayaan global terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia dan memperkuat posisi negara sebagai tujuan tinggi.

Dalam studi internasional, dibutuhkan investasi yang sangat besar untuk membangun AI Factory dengan skala penuh. Diperkirakan biaya mencapai sekitar USD 50 juta atau setara Rp 895,6 miliar untuk setiap megawatt (MW) kapasitas komputasi AI secara end-to-end. Dengan target kapasitas 1 gigawatt (GW) yang setara dengan seribu MW, pembangunan AI Factory ini bisa memerlukan investasi sekitar USD 50 miliar atau Rp 895,6 triliun.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai nilai investasi dari proyek ini. Ooredoo Group berperan sebagai sponsor utama dengan menyediakan modal jangka panjang dan memperluas jangkauan platform di tingkat regional. Sementara itu, NVIDIA akan memperkuat platform menggunakan teknologi komputasi yang dipercepat, perangkat lunak AI, serta GPU terbaru, dan membangun ekosistem AI global. Nokia juga akan mendukung dengan menyediakan jaringan berbasis AI untuk membangun yang aman dan berkinerja tinggi.

Meutya menegaskan bahwa AI Factory akan menjadi infrastruktur komputasi AI terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas hingga 1 GW dalam tiga tahun ke depan. Pembangunan tahap awal direncanakan akan dimulai pada paruh pertama 2027 dengan kapasitas awal sekitar 200 MW.

AI Factory ini berbeda dari pusat data konvensional karena mengintegrasikan seluruh ekosistem komputasi AI, termasuk GPU berperforma tinggi, jaringan, penyimpanan data, layanan GPU-as-a-Service, dan pengelolaan beban kerja AI secara end-to-end. Meutya menjelaskan, ini bukan sekadar pusat data, melainkan fondasi yang utuh untuk ekosistem AI nasional.

Selama ini, Indonesia dikenal sebagai pasar untuk . Masyarakat dan pelaku usaha banyak menggunakan layanan AI dari luar negeri, dengan sebagian besar komputasi masih bergantung pada fasilitas di luar negeri. Kehadiran AI Factory diharapkan dapat mengubah posisi Indonesia dalam rantai nilai industri AI, memungkinkan perusahaan, startup, perguruan tinggi, hingga pemerintah untuk mengakses kapasitas komputasi AI tanpa bergantung pada fasilitas luar negeri.

Selain membangun infrastruktur, Zankore akan mengembangkan Sahabat-AI, yaitu model bahasa besar (Large Language Model/LLM) open source Indonesia yang mendukung 70 miliar parameter dan berbagai bahasa daerah. Platform ini juga akan menyediakan layanan Token-as-a-Service, sehingga biaya penggunaan komputasi AI diharapkan menjadi lebih terjangkau bagi pengembang aplikasi, UMKM, dan instansi pemerintah.

Apabila semua rencana ini terlaksana dengan baik, Indonesia tidak hanya akan menjadi pengguna AI, tetapi juga membangun ekosistem yang mencakup infrastruktur, model AI, dan layanan komputasi yang lebih mandiri.

Justin Hotard, Presiden dan CEO Nokia, menyatakan bahwa seiring dengan berkembangnya penerapan AI di dunia nyata, berbagai negara dan pelaku usaha berfokus untuk membangun kemampuan dalam bidang ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post